Markus 3

Hukum kasih adalah hukum yang paling utama.

Mengasihi dan memuliakan Allah melebihi segala sesuatu, dan mengasihi sesama seperti diri sendiri harus diutamakan melebihi semua hukum lain. Ini berarti jika ada hukum yang “kelihatannya” bertentangan dengan hukum kasih, maka hukum kasihlah yang harus dilakukan.

Para pemimpin Yahudi tidak mengerti praktik dari hukum ini. Mereka menekankan bahwa pada hari Sabat, hukum kasih sekalipun harus tunduk. Orang bisa dihukum mati karena melakukan kasih pada hari sabat ini. Inilah yang membuat Tuhan Yesus marah.

Tidak ada yang namanya kebetulah bagi Allah. Segera setelah kasus di ladang gandum, dimana murid – murid memetik bulir gandum karena lapar, dan Yesus beradu pendapat dengan orang – orang Farisi, terjadi kasus juga di rumah ibadat. Ada orang yang sebelah tangannya mati.

Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja.

Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.

Ayat 4, 5

Menurut hukum kasih, nama Allah harus ditinggikan dengan menolong si difabel, gambar Allah ini. Juga menurut hukum kasih, semua manusia wajib menolong semampunya. Tetapi menurut para pemimpin Yahudi ini bertentangan dengan hukum Sabat. Maka Yesus menyembuhkan si difabel.

Dan orang – orang Farisi mengamuk, mereka bersekongkol untuk membunuh Dia.

Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

Ayat 6

Mereka tidak mengenal Allah, maupun mengerti hukum – hukum – Nya. Karena itulah mereka berdosa. Demikian juga kita akan berdosa jika tidak mengenal Allah maupun mengerti hukum – hukum Dia. Karena itulah Tuhan Yesus datang, supaya kita mengenal Allah dan mengerti tafsiran sebenarnya dari hukum – hukum – Nya.

Ayat untuk dibandingkan :

Matius 22 ayat 37, 38, 39, 40 :

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Markus 2 ayat 27, 28 :

Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”

ハレルーヤ。

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.