Mengapa Orang Menolak Kebenaran

Di Markus pasal 6 ini kita membaca dua kali kebenaran ditolak. Pertama oleh orang – orang di Nazaret yang menolak Yesus, dan kedua oleh Herodes yang menolak ajaran dari Yohanes Pembaptis.

Apa bedanya?

Kebanyakan orang Nazaret pada saat itu, mungkin semuanya, adalah keturunan Daud. Dan para nabi menubuatkan bahwa Mesias akan datang dari keturunan Daud! Mereka ini satu keluarga dengan Yesus! Mereka kenal Yusuf, ayah angkat – Nya, mereka kenal Maria, ibu – Nya, mereka kenal semua saudara – saudara lelaki – Nya, dan bahkan saudara – saudara perempuan – Nya ada bersama mereka di sana! Mereka juga telah mendengar kabar bagaimana Yesus melakukan mujizat di kota – kota lain dan mengajar kesana kemari!

Jadi mengapa mereka menolak Tuhan?

Di pembacaan – pembacaan pada pasal sebelumnya kita membaca, bagaimana Ibu dan saudara – saudara Yesus datang mengunjungi Dia ketika Yesus sedang mengajar. Ini tepat terjadi setelah terjadi pertentangan antara Tuhan Yesus dan para pemimpin Yahudi. Mereka berselisih mengenai hari Sabat. Para pemimpin menekankan bahwa Yesus harus menuruti tradisi dan adat istiadat nenek moyang mereka, tetapi Yesus menekankan bagaimana perintah manusia tidak boleh dipatuhi melebihi hukum Allah. Maka seperti yang kita baca pada Markus 3 ayat 20, saudara – saudara – Nya mengatakan bahwa Ia sudah tidak waras lagi.

Demikian juga orang Nazaret, yang adalah sanak keluarga Yesus! Mereka tertipu oleh agama palsu, tertipu oleh Iblis. Sekalipun mereka mendengar rumor bahwa Yesus melakukan banyak mujizat, atau melihat dan mendengar langsung bagaimana Dia mengajar dengan penuh hikmat, mereka teringat bagiamana Dia bertentangan dengan agama palsu mereka. Seperti para Pemimpin Yahudi yang mencap Yesus kerasukan setan, mereka menolak Dia.

Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?

Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.

Ayat 2, 3

Mereka lebih memperhatikan kesaksian manusia daripada kesaksian Allah.

Ini menggenapkan perumpamaan tentang penabur. Orang – orang Nazareth adalah pinggir jalan, tempat benih – benih jatuh, tetapi segera dimakan oleh burung – burung di udara yakni Iblis.

Herodes beda lagi kasusnya. Dia diinjili dan dinasehati oleh Yohanes Pembaptis. Berbeda dari orang – orang Nazaret yang merasa lebih benar dari Yesus, dia tahu bahwa dirinya berdosa, dan Yohanes itu seorang nabi yang harus didengarkan. Jadi dia mendengarkan Yohanes dengan senang, sekalipun terkadang hatinya bimbang.

Hati Herodes bimbang karena dia juga menyukai dosa. Dia menikahi istri saudaranya, seorang wanita bernama Herodias. Dia suka melihat gadis – gadis muda menari, kemungkian dengan gerakan – gerakan erotis dan mengenakan pakaian – pakaian yang agak terbuka. Jadi Herodes dikuasai nafsu.

Karena itulah, ketika Yohanes menegur dia perihal Herodias, dia menangkap dan memenjarakan nabi itu. Tetapi Herodes melindungi Yohanes dari amarah Herodias. Hal ini tidak akan berlangsung lama.

Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: “Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!”

lalu bersumpah kepadanya: “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!”

Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: “Apa yang harus kuminta?”

Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!”

Ayat 22, 23, 24

Segera, ada acara dan putri Herodias menari di depan Herodes dan para pegawainya. Herodes sangat senang, saking senangnya dia menjanjikan apapun, sampai setengah kerajaannya. Gadis itu, atas saran ibunya, meminta kepala Yohanes Pembaptis. Dan Herodes didorong untuk memilih kejahatan. Dia di skak-mat oleh Allah. Hati Herodes ini sama seperti benih – benih yang jatuh di antara semak duri. Dia menduakan Tuhan dan menerima akibatnya!

Jadi bagaimana supaya kita tidak menolak kebenaran? Jangan dengarkan agama palsu. Jangan dengarkan ajaran manusia. Jangan dengarkan keinginan hatimu. Dengarkan firman Allah.

Amsal 28 ayat 9 :

Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian.

ハレルーヤ。

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.