Kita baca pada pembacaan sebelumnya, bagaimana Tuhan Yesus sangat sedih dan tertekan menghadapi salib. “Seperti mau mati rasanya.”
Tiga kali Dia berdoa agar penderitaan ini lalu dari pada – Nya.
Tetapi ketika kita membaca pasal ini, kita melihat bahwa ketika Tuhan Yesus dicela, dihina, dan dianiaya, tidak ada sedikitpun tanda dari sedih maupun tertekan yang sebelumnya ditunjukkan – Nya itu. Yesus tetap tenang dan mengikuti nubuat yang tertulis mengenai Dia. Semua perkataan, atau kebungkaman, diperhitungkan dengan masak – masak dan sesuai skenario yang ditulis Roh Kudus. Tidak sekalipun Tuhan kehilangan kontrol.
Apa rahasia Tuhan Yesus?
Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apapun. Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?”
Tetapi Ia tidak menjawab suatu katapun, sehingga wali negeri itu sangat heran.
Ayat 12, 13, 14
Melalui pembacaan sebelumnya juga telah kita baca, bahwa Tuhan mengajari Petrus dan kedua anak Zebedeus berdoa dan berjaga – jaga supaya jangan jatuh ke dalam pencobaan.
Rupanya ini dia! Doa menjauhkan sisi Manusia Yesus dari pencobaan. Jadi kenapa berdoa memberi kekuatan yang sebegitu besar kepada sisi Manusia ini?
Kita manusia diciptakan oleh Allah yang berelasi.
Allah yang Tiga, tetapi didalam relasi – Nya, menjadi Satu. Allah ini menciptakan kita menurut gambar – Nya. Maka kita pun adalah mahkluk relasi.
Dalam relasi, sekalipun kedua belah pihak tahu apa yang diinginkan pihak lain, adalah wajar jika mereka saling berkomunikasi. Tidak bisa dikatakan dua orang yang memiliki relasi tidak saling berbicara, atau berkomunikasi. Mungkin mereka sedang marahan. Atau mereka terpisah. Mereka mati satu terhadap yang lain.
Maka doa adalah bagaimana kita berkomunikasi dengan Allah. Kita menyatakan kepada – Nya perasaan, pemikiran, masalah dan kekuatiran kita. Ketika berdoa, kita menjadi semakin intim dengan Dia. Kita menjadi satu dengan Dia, hidup bergaul dengan Dia.
TUHAN, Bapa kita, adalah Allah Damai Sejahtera, sumber damai sejahtera. Ketika berada dalam hubungan baik dengan – Nya, Dia tersenyum dan memberi kita damai sejahtera – Nya.
Maka damai itu akan menetap bersama kita, sekalipun situasi di sekitar kita penuh kekacauan dan masalah.
Ayat untuk dibandingkan :
Filipi 4 ayat 6, 7 : Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
Bilangan 6 ayat 23, 24, 25, 26 : “Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka:
TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;
TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
ハレルーヤ。
