Di Bab ini Yesus kembali mengulang pesannya dari pasal sebelumnya. Yang meninggikan diri akan direndahkan, dan sebaliknya yang merendahkan diri akan ditinggikan. Juga, Yesus mulai secara terang – terangan menyatakan penghakiman – Nya atas bangsa Israel. Pertama kepada para murid, lalu juga kepada para Pemimpin Yahudi.
Untuk ini, Yesus dengan sengaja membuat drama, yaitu masuk ke Yerusalem secara meriah, dan disambut sebagai Mesias oleh orang banyak. Kemudian, sementara orang – orang memuliakan Dia, Yesus menyucikan Bait Allah, mempermalukan para Pemimpin Yahudi di depan umum. Para Ahli Taurat, Orang Farisi, dan para Tetua sangat sebal dan terpaksa mendatangi dia untuk menjebak – Nya.
Yesus sudah tahu rencana mereka dan membungkam mereka tepat seperti yang mereka buat. Kemudian Dia segera menyatakan penghakiman – Nya kepada mereka. Mereka, para pemimpin yang diutamakan, akan menjadi yang direndahkan. Sementara para pemungut cukai dan pelacur, akan ditinggikan dengan mendahului masuk Surga.
Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?”* Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: /”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.”
Ayat 31, 32
Ini juga perkataan yang disampaikan Yesus ketika Petrus meminta upah dari – Nya. Ini juga yang Yesus ajarkan kepada para murid ketika mereka mempertengkarkan mengenai siapa yang utama. Ini juga yang Yesus katakan ketika Yakobus dan Yohanes meminta kemuliaan kepada – Nya.
Ini sebuah peringatan : bagi para murid, bagi para pemimpin Yahudi, bagi orang Israel, dan kita semua, yaitu bahwa Allah akan merendahkan semua orang yang tidak merendahkan diri di hadapan – Nya dan Putra – Nya.
Mereka akan dibinasakan seperti pohon ara yang dilayukan. Pohon ara, yang sudah sejak lama menjadi lambang Israel. Tetapi tidak hanya itu. Bagi mereka yang merendahkan diri, ada harapan. Ada harapan di dalam iman.
Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!” Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.
Melihat kejadian itu tercenganglah murid-murid-Nya, lalu berkata: “Bagaimana mungkin pohon ara itu sekonyong-konyong menjadi kering?”
Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi.
Ayat 19, 20, 21
Memindahkan gunung berarti melakukan sesuatu yang mustahil. Sesuatu yang sangat berat. Seperti unta yang harus masuk lewat lubang jarum. Yesus menjanjikan keselamatan melalui kerendahan hati yang dilakukan dengan beriman kepada – Nya. Sekalipun untuk itu para murid akan minum cawan penderitaan dan salib. Dengan iman, mereka akan diurapi dengan baptisan Roh Kudus, dan mereka akan diselamatkan.
Ayat untuk dibandingkan :
Habakuk 2 ayat 4 : Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.
ハレルーヤ。
