Markus 1

Mengapa Yohanes membaptis di Sungai Yordan? Apakah artinya ini?

Terakhir kali seorang diselamkan di Sungai Yordan adalah ketika Nabi Elisa, penerus Nabi Elia, menyuruh Naaman si panglima Aram untuk menyelam di sana hingga 7 kali. Naaman ini sakit kusta, dan setelah menyelam di Sungai Yordan sebanyak yang diperintahkan oleh Elisa, sembuhlah dia, dan kulitnya mulus seperti bayi.

Bukan hanya itu, yang lebih penting adalah hati Naaman berbalik kepada Allah dan dia menjadi penyembah Tuhan Israel!

Yohanes Pembaptis memiliki roh seperti Elia, dia juga penerus Elia, dan dia membaptis juga untuk menyembuhkan kusta di hati manusia, yaitu dosa. Di kitab Imamat, seorang kusta dilarang tinggal di perkemahan Israel. Mereka harus tinggal di luar perkemahan umat Allah, dan harus meneriakkan, kusta – kusta setiap mau bertemu orang, agar mereka dihindari.

Demikian juga pendosa tidak bisa tinggal di Surga.

… demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.”

Ayat 4

Pembaptisan Yohanes disini adalah lambang bagaimana orang disembuhkan dari kusta hatinya, dari dosa. Maka untuk itu Yohanes memerintahkan bahwa baptisan harus disertai pertobatan. Apalah artinya seorang yang kena kusta sembuh, jika dia kena kusta lagi? Dia harus sekali lagi diasingkan di luar perkemahan umat Allah. Demikian juga apalah artinya baptisan, jika orang tidak bertobat? Dia sekali lagi tidak mendapat bagian di dalam Kerajaan Surga.

Yohanes memberitakan mengenai Yesus yang melebihi dirinya. Baptisan Yohanes dengan air adalah simbol pertobatan, tetapi Roh Kudus dari Yesus mentobatkan orang. Mereka yang dibaptis oleh Yesus menjadi anak – anak Allah yang suci.

Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.

Inilah yang diberitakannya: “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”

Ayat 6, 7, 8

Di bagian akhir pembacaan, ada cerita Yesus menyentuh seorang penderita kusta. Ini tanda bahwa manusia yang najis dan menjijikkan, yang seharusnya terpisah dari Allah dan menempati Neraka dipanggil ke Surga.

Allah mengasihi manusia, dan Yesus, utusan – Nya, datang untuk menyelamatkan manusia.

Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.”

Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.”

Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.

Ayat 40, 41, 42

Ayat untuk dibandingkan :

2 Raja – Raja 5 ayat 10 : Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: “Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir.”

Yohanes 7 ayat 37, 38, 39 : Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”

Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.

ハレルーヤ。

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.